Testimoni Homeopati Indonesia

Rabu, 13 April 2011 - 12:20:03 WIB
Homeopati dan Pembedahan

Dalam Organon of Medicine Dr. Hahnemann menegaskan bahwa tugas utama seorang dokter adalah mengembalikan sakit kepada sehat.

Banyak kesalahpahaman pengertian ditemukan di tengah-tengah masyarakat (di luar negeri) terhadap homeopati. Sering muncul anggapan dari sebagian orang yang mengatakan bahwa homeopati adalah ilmu pengobatan yang tidak kompleks. Alasan mereka karena dalam homeopati tidak ada pembedahan. Anggapan ini sama sekali salah!

Homeopati adalah suatu seni dalam penyembuhan dengan menggunakan obat-obat tertentu (non kimia dan tiada efek samping). Sedangkan pembedahan adalah suatu cara membuang bagian tertentu atau mengeluarkan benda-benda asing dari tubuh dengan tujuan penyembuhan. Homeopati tidak anti kepada pembedahan tetapi perlu dilakukan dengan teliti dan dalam hal-hal yang sangat mendesak saja. Sebagai contoh membuang duri yang terbenam dalam daging, membetulkan kedudukan tulang yang salah, menjahit kembali otot perut yang terkoyak pada penderita hernia atau mengeluarkan bayi yang hampir lemas disebabkan rahim tidak terbuka sebagaimana mestinya dan lain-lain.

Dalam hal seperti di atas homeopati sependapat dengan alopati, yaitu ,harus dilakukan operasi. Namun dalam hal-hal yang lain dimana pembedahan bisa dielakkan seperti penderita amandel / tonsil, polip di dalam rongga hidung, usus buntu, wasir, kanker tahap awal dan pertengahan, amputasi gengren pada penderita diabetes, dan lain-lain homeopati tidak setuju untuk dilakukan pembedahan. Bahkan homeopati berdasarkan pengalaman dapat mengelakkan pembedahan sekitar 50% terutama dalam kasus yang telah disebutkan di atas.

Alasan yang sudah biasa dikemukakan kepada para pasien agar dioperasi adalah untuk mengelakkan penyakit lebih parah dan berpindah ke tempat lain. Setelah dioperasi harus dilakukan juga kemoterapi dan radioterapi dengan tujuan untuk membunuh sel kanker yang masih tinggal agar tidak merebak ke organ lain. Namun dalam kenyataannya, pasien-pasien yang menderita kanker dan berpindah ke tempat / organ lain umumnya adalah pasien yang sudah dioperasi dan dikemoterapi. Dari pengalaman sendiri saya dapati bahwa pasien penderita kanker yang tidak dioperasi lebih bisa menikmati kehidupan dan lebih panjang umurnya dibandingkan pasien yang dioperasi dan dikemoterapi.

Contoh sebagian kecil pasien yang berhasil dielakkan dari operasi atau amputasi:

Nurbaiti, 49 tahun. Alamat Taman Indah Jaya Hulu Langat Selangor, Malaysia.

Beliau datang ke klinik Al Jawad 3 tahun yang lalu dengan kaki kanan bengkak berair, darah dan nanah di sebagian besar daerah telapak kaki, ibu jari dan sebagian punggung kaki. Waktu itu beliau baru pulang dari klinik alopati dan menerima sepucuk surat untuk dirawat di rumah sakit untuk melakukan amputasi. Sebelum meninggalkan klinik tersebut beliau menyatakan kepada dokter berkenaan untuk mencoba pengobatan homeopati sebagai alternatif terhadap amputasi. Dokter tersebut menjawab : “Ini harus dipotong, tidak bisa dengan homeopati karena homeopati tidak ada antibiotik”. (Kalau di klinik atau di rumah sakit tersebut banyak antibiotik, kenapa harus dipotong?)

Apa yang saya lakukan?

  1. Menaikkan keyakinan diri pada pasien bahwa sekedar untuk menyembuhkan gangren dikaki bukanlah suatu yang susah bagi Tuhan, bahkan menciptakan kita dari tiada kepada ada pun tak sulit. Apalagi membetulkan kerusakan kecil yang terjadi

  2. Memberikan obat homeopati yang berkaitan dengan masalah tersebut.

Setelah 4 hari pasien datang sambil menangis dan bertanya, betulkah dapat sembuh kaki saya dokter? Semua ahli keluarga telah memarahi saya karena tidak mau ke rumah sakit untuk diamputasi, sedangkan bau yang keluar sangat busuk.

Apa yang terjadi? Setelah 2 hari mengkonsumsi obat homeopati nanah keluar sangat banyak, ibu jari kaki kanan ketika ditekan mengeluarkan angin sebagai pertanda di dalamnya sudah kosong. Saya tegaskan kepada pasien tersebut bahwa semua ini adalah pertanda baik. Teruskan minum obat dan kita hanya menunggu daging baru yang akan tumbuh. Dengan pertolongan Allah pasien sembuh sepenuhnya, setelah 2 bulan rawatan. Segala puji bagi-Mu Ya Allah.

Setelah itu? Tetangga pasien tersebut menangis melihatnya sembuh. karena apa? karena dia telah diamputasi hanya karena luka sedikit yang susah sembuh di ibu jari. Setelah dibuang ibu jari tidak juga sembuh maka dokter memotong di atas pergelangan kaki. Sekarang berjalan dengan kaki palsu sebelah yang dibeli dengan harga RM.6000 lebih (Rp.15.000.000).

Faris, 9 tahun, Cheras, Selangor, Malaysia.

Pasien dibawa oleh ayahnya dengan keadaan amandel yang bengkak serta bengkak besar di bawah telinga kiri disertai dengan demam panas. Spesialis telah menyatakan jika tidak menyusut dalam 3 hari, amandel harus dibuang / dioperasi. Setelah diberikan 2 jenis obat homeopati dua hari kemudian ayahnya menelpon sambil memuji Tuhan dan berkata bahwa bengkak di bawah telinga sudah hampir hilang dan demam sudah berhenti. Amandel juga sudah agak menyusut namun masih bengkak. Konsumsi obat pun diteruskan.

Setelah kurang lebih 2 bulan, pasien semakin membaik, biasanya demam hampir tiap minggu namun sekarang sudah sangat jarang walaupun kadangkala termakan pantangannya. Alhamdulillah!

 

(Artikel ini ditulis oleh :Dr.Ibrahim MD (Hom)



0 Komentar :


Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)